Selasa, 06 November 2012

Cerita Pak Handoko Tadi Pagi.

Sudah tiga bulan belakangan ini diperusahaan tempat saya kerja sekarang rutin diadakan upacara gabungan.  Setiap awal minggu pertama setiap bulan. Tadi mungkin adalah yang ke tiga kalinya upacara digelar. Banyak informasi yang disampaikan mulai dari target perusahaan, kesejahteraan karyawan dan kedisiplinan kerja.

Ada yang membuat saya tergerak untuk posting blog kali ini. Adalah uraian pembina upacara tadi yang 'najong' banget (ngena-pas banget) tadi yang jadi pembina upacaranya pak handoko.

Beliau cerita panjang lebar tentang kejadian yang dialaminya minggu lalu, sebelum berangkat kerja ke kantornya yang ada di bogor.
Beliau ini orang jakarta jadi untuk menuju bogor harus lewat jalan toll

Seperti kita ketahui bersama jaman sekarang itu makin canggih, salah satunya untuk bayar toll saja bisa langsung pake kartu e-toll dari bank mandiri, tentu saja cara pakainya gampang. Tinggal ditempelkan saja ke tempat yang sudah disediakan disana.

Waktu ditoll pak handoko kebetulan melihat mobil dari daerah. Mobil itu berada tepat didepan mobilnya.  mungkin sopir nya belom tahu atau bagaimana. Yang pasti mobil itu masuk ke jalur khusus bayar toll yang kemudian berakhir si sopirnya jengkel karena mesin nya tak bekerja, saking jengkelnya sang sopir menggedor gedor mesin itu. dibelakang mobil itu ada pak handoko yang tak henti hentinya membunyikan klakson. pak handoko juga kesel karena dari tadi sudah diklakson bahwa jalur itu khusus kendaraan yang memakai jalur otomatis pakai e-toll, eh malah mobil itu nekat saja masuk kesana.

Ditengah situasi rame klakson seperti itu tiba tiba mobil yang ada di belakang pak handoko (mobil ketiga dari depan) orang nya keluar dan menempel kan kartu e-toll miliknya di mesin itu. Kemudian mempersilahkan mobil itu melintas. Padahal biaya toll akan menjadi tanggung jawab nya dan orang itu ternyata tidak meminta bayaran sama sekali.

Dari situ, pak handoko bengong. Ternyata dia yang daritadi pencet pencet klakson merasa bersalah banget kenapa saya tak kepikiran melakukan hal yang dilakukan orang ketiga itu, mungkin takkan rame klakson kayak gini, batinnya dalam hati.

Kesimpulan nya, untuk melakukan perubahan itu jangan hanya rame bicara saja, take action lebih penting, buktikan langsung dan rasakan perubahan nya.


Sabtu, 03 November 2012

ditinggal kawin

rasanya itu kayak gimana ya?
rasanya seperti makan ayam tapi bukan ayam ...
ngerti gak maksud saya tuh... ya pokoknya kayak gitu deh
kenapa gak sekalian makan ayam saja ya kalau gitu.

mungkin banyak orang yang bakalan kepo nanya nanya padaku tentang gimana sih rasanya?
gitu gitu saja ternyata gak beda sama yang kalian pikirkan

kini apa yang menjadi awal harapanku telah tiada,
tapi aku ikhlas kehilangan dia karena memang aku tak ada usahanya sama sekali
aku terlalu lama memendamnya sampai sampai tak seorangpun tahu,
bahkan orang yang aku harapkan pun sama
apa hak aku,
 dan aku sadar seberapa pentingkah hak aku padanya
dia punya kehidupan masing masing
begitupun sama denganku
cinta yang pernah membuat dag dig dug hati kini harus ku lepaskan
aku harus membuangnya dai pikiranku
menggantikan nya dengan pola pikirku yang lain
dulu kau membuat hati deg degan
dan sekarang pun sama,
tapi sekarang untuk yang terakhir kali
setidaknya aku tahu
dan aku harus tahu keadaan apa yang semestinya aku alami
ah sudahlah
tak guna di ratapi, semuanya
sudah diatur
dan nyata saat itu, aturan itu berlaku
sekarang aku tak ingin terus mengharapkan mu
aku ikut bahagia,
memang hakikat orang mencintai itu harus ikut bahagia
apabila yang kita cinta juga bahagia
aku bersyukur bisa melewati semuanya tadi


Kamis, 01 November 2012

Niat-nya sih gitu.

Tak terbayangkan sebelumnya kalau ulah saya akan jadi hal yang membuat dia kesal tak keruan. Niatnya sih baik, pengen nolongin orang tapi ya caranya itu yang ternyata bikin kesel orang lain juga.

Pesan moral:  kalau punya niat baik ya harus di lakukan dengan jalan yang baik pula.