Kamis, 24 Mei 2012

Maen Ke The Jungle Bogor

Jadi ceritanya saya sekarang udah lelah banget. Karena tadi sajili, tria dan destri ngajak ke The Jungle. Kita nyampe dirumah masih kira2 jam setengah enam sore. sambil berlelah lelah ria saya akan mengulas perjalanan kita tadi
Cekidot.

Sebenarnya ini acara ngedadak banget. Jadi tadi sajili bbm saya dia tanya "yan ada dimana, terus saya bilangkan ada dirumah bos, kerumah aja sini kebetulan temen sekolah juga mau kerumah. Sini kumpul bareng. Saya kira sajili bakalan kerumah tapi ternyata dia ngajakin maen ke The Jungle seketika saya kaget dan mikir gimana ya. Kok ngedadak banget. Dia bilang gratisan dan memang sih kita sudah lama tak maen kesana, terakhir kali pas bulan januari 2012. Karena tawaran buat maen kesana itu langka banget maka seketika saya jadi galau.

Tak tahu harus milih yang mana, disatu sisi temen sekolah bakal datang kerumah dan disisi lain saya diajak ke The Jungle , mana gratisan lagi. Sajili tanya "gimana yan jadi ikutan gak? Free loh? Aduh gimana ya keputusan nya abis jumatan saja ya. Ujar saya menjawab sekena nya. Oke nanti kabarin lagi ya kalo kamu ikut kita berangkat setengah satu.

Sementara itu di jumatan tadi saya terus saja kebayang bayang, aduh kudu pilih yang mana ya. Yang ada jumatan nya jadi kacau karena kepikiran hal itu hehee...

Setelah bubaran jumatan alhasil saya bingung harus pilih mana. Daripada bingung saya coba tanyakan saja sama ibu. Gimana bu ikut gak ya? Ya udah ikut saja mumpung gratis. Akhirnya saya sms teman sekolah saya dan membatalkan pertemuan kita saya bilang ke dia mau ke The Jungle dulu. Untung teman sekolah mengerti dan akhirnya satengah satu kita berangkat ke The Jungle

Disana kita seru seruan. Saya, destri, tria dan sajili menjajal wahana baru yaitu Wave Pool. Seru banget.

Maaf ya teman sekolahku, kita tidak jadi ketemu untung kalian bisa maklum tadi. Kan tahu sendiri saya tuh paling gak tahan kalau denger yang serba gratisan hahhaaa...


Selasa, 15 Mei 2012

Let's Pray, Doakan saya !

Sehari hari hanya melamun, menghabiskan waktu dengan bermain internet, games dan tidur seharian. Walaupun hari ini saya ada dirumah pasti saya akan merasa sangat bosan sekali, mau main gak ada tujuan, gak tentu arah, hidup saya kini jadi kacau, hampa dan tak karuan.

Seperti manusia lainya, saya berharap saya sama dengan mereka. Punya kebahagian dan gairah hidup yang baik, punya masa depan dan harapan yang indah.


Hidupku kini layu. Ibarat tanaman, mungkin saya adalah pohon yang kering, tak bergairah dan rapuh. Begitu banyak kepahitan hidup yang saya rasakan. Mulai dari celaan teman teman, diskriminasi yang kerap ada bahkan perbedaan diantara kita yang sangat mencolok. Hanya karena perbedaan itulah kadang saya menjadi olok-olokan mereka.

Apa salah saya, apakah kalau saya begini itu adalah kehendak diri sendiri, apakah segala kekurangan jadi masalah buat kalian, kadang saya sedih sendiri, mengapa saya berbeda dengan teman teman.

Bahkan saya menangis untuk menumpahkan segalanya dan memohon padaNya, berikanlah hamba yang terbaik dan berilah hamba kekuatan untuk menjalani semuanya, doaku pada اَللّهُ hamba ikhlas atas semua ini, dan ampuni segala dosa dan kesalahan selama ini.

Perbedaan itu bukan kehendak dan kemauan saya. Saya harus sabar dengan semuanya, doakan saya bisa.

Munafik-kah aku? Oh no !!!

Inilah pengakuan terjujur yang berasal dari hati kecil saya yang akan saya curahkan disini

Entah kenapa dan apa sebabnya saya jadi mikir yang nggak2 tentang dia, ada rasa lega ketika dia bilang ke ibu kalo dia minta direstui, setelah kita menjalin hubungan secara sembunyi2 selama kurang lebih sebulan.

Tak tahu saya merasakan saja hal itu tiba tiba, padahal kenyataan nya waktu itu saya berontak dan seolah olah tak mau gitu.

Apakah saya munafik?

Sebenernya sih saya tuh memang ada hubungan, dia baik dan pinter aja dimata saya, tapi ada hal yang saya kurang suka, wajahnya, ya itu saja !

Coba kalau dia mirip seseorang, pasti saya dari dulu mau, tapi itu gak mungkin karena kalaupun terjadi, dia mirip seseorang, dia pasti akan diperebutkan banyak orang, dan bisa saja saya dilupakan !

Sebenarnya sayalah yang bermasalah dalam hubungan kita, saya terlalu pemalu, terlalu banyak mikir yang nggak2 tentang dia, tentang bagaimana kesan keluarga besar saya terhadap dia, makanya saya tak pernah ngenalin dia sama keluarga besar saya, malu itulah alasan utamanya.

Terus ditambah lagi dengan selisih umur kita yang beda tiga tahun lebih tuaan dia, menjadi salah satu alasan yang sangat jelas dalam hubuingan ini, tapi soal itu saya tak terlalu ambil pusing lah.

Saya sih percaya kalau dia itu orang baik, dan pasti bakal baik juga buat saya nanti, kapan lagi coba ada wanita yang bisa mencintai saya dengan tulus.

Sekarang saya sadar saya munafik, dan malu mengakui dia sebagai pacar saya, tapi saya ingin mereka semua tahu bahwa dia memiliki sifat dan sikap yang super baik, saya harus bisa menerima kekurangan nya yaitu terlalu cerewet dan keadaan fisik nya itu

Belum lagi kedua orangtua saya tidak terlalu setuju jika saya tetap menjalin hubungan dengan-nya. Mereka punya alasan masing masing yang tak bisa disebutkan satu satu.

Kini saya bingung harus bagaimana? Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk saya.
Saya kira saya cukup realistis untuk menuliskan ini semua.



Hindari menghina Orang lain


Sebenarnya saya mulai merasa bosen kalau besok harus masuk kerja lagi bukan lantaran karena pekerjaan nya melainkan suasana kerjanya yang selalu saja membuat saya tertekan. Selalu saya di ejek. Baiklah, mungkin mereka bercanda tapi coba lihat, apabila itu terus terusan terjadi siapa yang gak kesel coba! Saya rasa mereka sudah keterlaluan.

Masih banyak cara yang bisa di lakukan selain memakai hinaan supaya orang mau menikah. Mentang mentang diantara mereka saya saja yang belum menikah bukan berarti saya bisa diperlakukan se enaknya mereka.
Saya selalu sabar dan tidak diambil hati selalu saya lupakan tapi terkadang ada diantara kata kata mereka yang cenderung jatohnya mengihina bukan malah memperbaiki.

Kadang saya sedih dengan keadaan saya sekarang kenapa ini semua bisa terjadi? Hanya pada اَللّهُ lah saya kadang menangis dan mencoba meminta jawaban dan harapan semoga saya bisa tetap bertahan.

Besar harapan saya untuk bisa diperlakukan sama dengan yang lain. Saya kadang merasa sangat malas sekali untuk memulai kerja lagi karena yaa itu tadi mereka seolah olah tak menghargai.
Saya jadi tak nyaman dan kepikiran terus dengan suasana yang sudah menjadi kebiasaan bagi mereka yaitu menjadikan saya sebagai objek permainan.

Semoga saya cepat menikah dan berkeluarga dikaruniai anak dan keluarga yang bahagia dan sejahtera lahir batin. Semoga اَللّهُ SWT melancarkan segala harapan ini

Semoga di lain hari mereka bisa lebih menghargai dan kita bisa saling menghormati satu sama lain. Tidak ada penghinaan yang terjadi lagi.

Keep Calm.

Pernah suatu hari aku berharap, ingin sekali bisa menemukanmu secepat mungkin tapi rasanya aku harus bermain dengan waktu terlebih dulu @shofyanoyan



Memang segala sesuatu itu harus selalu kita usahakan, seperti saya, mungkin belum sampai kepada kata berhasil.

Saya selalu saja jadi bahan olok-olokan teman2 ditempat kerja hanya karena saya sendiri yang belum kawin. Kadang kata kata mereka tuh dalem banget, bahkan sangat dalem banget. Tapi saya malah tak menganggap serius , hanya berfikir posotif saja mungkin mereka begitu untuk memotivasi saya biar cepet kawin dan punya keluarga. Saya tak ambil pusing atas celaan mereka selama ini tapi yang bikin agak kesel tuh hampir tiap hari selalu saja saya jadi bahan olok olokan mereka. :(

Seperti kejadian kemarin sore. Jadi ceritanya ada seorang karyawan akan pulang kampung dijemput sama pacarnya untuk nikah dan dia takan kembali lagi ke BNR, sedangkan saya sehari hari-tuh deket sama dia, bahkan temen2 ditempat kerjaan suka menjodoh2kan.. Sempet nembak juga tapi gak diterima. Awalnya sih saya biasa saja

Tapi pas kemaren dia dijemput sama pacarnya buat kawin kok tiba tiba nyesek banget hati ini, sampai saya jadi galau gak karuan, perih aja gitu rasanya.
Mungkin inilah yang disebut sakit hati ditinggal kawin .

Sebenarnya saya sudah pernah merasakannya, dan akhirnya kemarin saya merasakan nya untuk yang kedua kali dan olok olokan teman2. Semakin menyudutkan saya..

Semoga semuanya tidak akan terjadi lagi ya Amiin dan saya bisa menemukan kebahagian hidup dengan seorang perempuan yang nantinya akan saya jadikan istri.

Saya ingin hidup normal seperti teman2 yang lain.




Stay Positif

Disaat orang lain meremehkan dan mencibir kita. Saat itulah kau harus tetap bertahan dan berpikir positf.

Hal ini banyak sekali di alami orang yang merasa dirinya ter-aniyaya. Selain mereka menjadi minder, dan tentu saja merasa 'kenapa kita gak seberuntung mereka ya?'

Ketika semua itu terjadi. Maka yang harus kau lakukan adalah kau harus meyakinkan dirimu sendiri. Tetap berpikir positif dan berdoalah kepada Allah yang maha segalanya.

Setidaknya kau akan merasa lebih tenang. Dan masih bisa tersenyum

Dan. Hal konyol itu adalah ketika kita tak bisa mengendalikan perasaan kita saat terhina, sementara banyak orang yang bisa mengendalikan perasaan nya. Padahal mereka jelas jelas sudah terhina karena mereka telah menghina orang lain se-enaknya.

wisata hati 3 mei 2012

Jangan lihat kemampuan diri, lihatlah kemampuan Alloh

Coba lihat air hujan turun, yang bisa menurunkan air hujan itulah yang bisa memberikan rahmat kepada kamu.

Apabila ada orang yang percaya diri pada dirinya sendiri dan dia berhasil, apabila ada orang yang percaya pada alam dan dia berhasil maka lebih mantap lagi apabila kita percaya sama Alloh bahwa apa yang di inginkan nya benar benar berhasil, sungguh luar biasa bukan

If you believe, you will have